Tuesday, December 23, 2014

Mencermati saham CPIN (2)

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (Rp3.720, BUY, TP Rp6.000): 

Rencana CPIN untuk melebarkan segmen barang konsumsinya ke bisnis minuman hingga berporsi 20% tergadap penjualan, adalah cukup menantang dalam jangka pendek mengingat kompetisi yang ketat.

CPIN sudah mengakuisisi dan memiliki lahan seluas 100ha di Cikande dengan total investasi Rp600 miliar. Emiten berencana membangunpabrik pemrosesan terkait dengan lini produk barunya di kategori minuman, termasuk air mineral, teh siap minum, dan produk susu serta olahannya.

hmm... biasanya perusahaan yang tidak fokus pada industrinya dan masuk ke bisnis lain dikarenakan bisnis utama nya agak lesu dan mencari pendapatan / peluang lain.

Seperti Wings food yang utamanya adalah sabun dulu sekarang ada produk makanannya.

Untuk investasi saya kurang tertarik,  namun untuk trading jangka pendek / menengah chart yang mulai berada di support terkuatnya cukup menggiurkan dengan target 3720 - 4200 - 6000.

Support kuat ada di 3700, Cut loss bila breakdown dari 3700 dengan volume besar.

Disclaimer :  Segala rekomendasi untuk beli atau jual  bukan sebuah perintah melainkan sebagai bahan pertimbangan dalam transaksi saham.
Segala keuntungan & kerugian akibat pembelian saham menjadi tanggung jawab pelaku pasar & merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar


Buatlah Peraturan Trading Anda

Untuk meraih hasil yang konsisten anda harus memiliki peraturan atau gaya trading anda sendiri dan disiplinlah kepada peraturan yang anda buat.

Jesse Livermore seorang trader sukses pada zamannya dan sangat terkenal, mempunyai trading rule sendiri namun sayang dia berakhir tragis karena mendengarkan nasehat orang lain dan melanggar aturan yang dia buat. Pada tahun 1907 dia berhasil meraih untung 3 juta dolar di wall street.
Bagi yang tidak tahu boleh baca di wikipedia Jesse Lauriston Livermore

Beberapa Trading Rule Jesse Livermore
1. Beli saat akan naik dan jual saat akan turun
2. Jangan trading setiap hari sepanjang tahun ada saatnya pasar naik dan turun.
3. Beli jika ada sinyal konfirmasi beli
4. Lanjutkan transaksi untung dan hentikan yang rugi (buy long and sell short)
5. Hentikan transaksi yang mulai melawan trend atau ada pembalikan arah (reversal)
6. Pilihlah saham unggulan pada sektornya
7. Jangan pernah melakukan averaging down (menambah saham yg rugi)
8. Keluar dari transaksi jika sudah tidak menguntungkan
9. membeli ketika saham mencapai new high (titik tertinggi) atau breakout dan lakukan short selling
saat mencapai harga new low (breakdown)

Tentukan rule dan aturan anda sendiri dan disiplin lah pada rule tersebut. Jangan asal beli.

Trading rules saya :
1. Trading ketika saya ada waktu untuk melihat chart dan meakukan analisis sendiri bukan dari rekomendasi orang lain.
2. Ikuti  Tren ,beli saat mulai reversed
3. Selalu perhitungkan gain loss, berapa target saya dan berapa kerugian yg dapat saya tolerir.
4. Disiplin pada gain loss saya
5. Gunakan metode analisa yang selalu saya pakai. saya biasa memakai 3 indicator, Trendline, Moving average dan volume.
6. Selalu ada sisa cash. saya tidak beli sampai uang saya 0.
Misalnya saya ada 20 juta, saya beli 15 juta, dan 5 juta buat  jaga-jaga untuk membeli saham lain yg lebih bagus bila saham yang saya beli mengalami kerugian.


Monday, December 22, 2014

Mencermati AKRA 22/12/2014

Jangan menangkap pisau yang sedang jatuh, anda akan melukai tangan anda.
Tangkaplah pisau yang sudah jatuh di tanah.



AKRA sedang downtrend dan menuju titik support terkuatnya dan berada di area oversold.
Ada kemungkinan pola mengalami konsolidasi dahulu untuk beristirahat dan naik lagi.
persentase kenaikan tentu lebih besar jika saham sudah menyentuh support

AKRA Buy on Weakness (4205 -4650 Stoploss 4100)

Disclaimer :  Segala rekomendasi untuk beli atau jual  bukan sebuah perintah melainkan sebagai bahan pertimbangan dalam transaksi saham.
Segala keuntungan & kerugian akibat pembelian saham menjadi tanggung jawab pelaku pasar & merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar



Mencermati Pola CPIN 22/14/2014

Menjelang akhir tahun banyak trader yang berharap adanya window dressing di awal tahun 2015 nanti. Setiap tahun pada minggu pertama dan kedua saham selalu naik.

Saya tertarik dengan pola saham CPIN, sebagai seorang swing trader yang mengandalkan technical analisis pada chart saya melihhat CPIN sedang berada pada support kuatnya.


CPIN di area Buy of Weakness (3735 - 4200 Stoploss 3650).

Jika CPIN berhasil rebound maka ada harapan untuk menuju ke harga 4200, level support ini sudah teruji beberapa kali.

Disclaimer :  Segala rekomendasi untuk beli atau jual  bukan sebuah perintah melainkan sebagai bahan pertimbangan dalam transaksi saham.
Segala keuntungan & kerugian akibat pembelian saham menjadi tanggung jawab pelaku pasar & merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar


Tuesday, December 16, 2014

IHSG 16/12/2014 - 5094

Kondisi IHSG sedang melemah.
IHSG masih memiliki support kuat di 5000. 

Koreksi itu biasa dalam pasar saham.


IHSG dilanda tekanan jual yang sangat besar, hal ini dapat dilihat dari volume penjualan yg cukup tinggi di hari ini. kemungkinan ihsg terkoreksi masih cukup besar. 
Kemungkinan IHSG masih akan bergerak menuju 5000. 
Garis MovingAverage juga mulai menukik turun, 
Hal baiknya, stotastic sudah di area oversold. sehingga tidak lama lagi maka ihsg akan kembali rebound.

ini memang biasa terjadi di akhir tahun dimana terjadi window dressing yang dilakukan oleh beberapa pihak seperti manager investasi dll.

bila kita bandingkan dengan tahun lalu, juga terjadi hal yang sama. 

berikut ini IHSG 2013 december lalu.

Tetap bersabar dan tunggu moment yg tepat untuk masuk. Lindungi profit dan dana anda, dan bersiaplah untuk mulai membeli di harga diskon di hari natal

Selamat natal dan tahun baru ya :)


Tuesday, December 9, 2014

Tips Aman Memilih Saham

Berikut ini saya sharing tips aman saya memilih saham

1. Pilih saham yang liquid atau sering diperdagangkan
Saham-saham yang liquid aman untuk diperdagangkan karena banyak jual dan beli, jadi bila saham naik kita bisa langsung jual, dll.
Saham yang liquid bisa dilihat di daftar saham LQ45

2. Pilih saham BUMN
kenapa? karena dekingnya negara. hahaha iya BUMN kan milik pemerintah. jadi kalo perusahaan butuh dana ya ada negara sebagai deking
contohnya PTPP, ADHI, WSKT, dll

3. Pilih saham yang sedang trend naik.
Ya jelas donk, masa beli saham yg jelas2 chart nya lagi trend turun.

4. Buy di garis support dan sell setelah capai target
Pilih mana, beli saat menyentuh garis support dan rebound naik. atau beli di garis resistance dan rebound turun.
Saya lebih suka beli di support dan rebound, uda pasti naik hehehe.
Kalo di resistance dan gak bs break out mala turun bakal gawat.
biasanya beli di garis di support disebut (BUY ON WEAKNESS)

Seorang swing trading itu Buy on Weakness and Sell on Strenght

Review IHSG 09/12/2014

Mari kita coba review IHSG hari ini.

Secara chart harian IHSG akan melanjutkan koreksi, karena ada kepanikan dan aksi jual untuk profit taking.


dapat dilihar bahwa IHSG masih dalam tren penguatan, koreksi memang diperlukan dalam trading yg sehat, hal ini juga membuka peluang untuk menunggu saat yg tepat (ihsg rebound) untuk masuk (buy)

Semua sektor mengalami koreksi sejalan dengan IHSG.

Sektor yang ritel dan automotive meraup keuntungan yg cukup lumayan di akhir tahun, ritel, penjualan baju, parcel dll. Automotive melakukan diskon akhir tahun sehingga penjualan meningkat.

Sektor infrastruktur juga sangat menggiurkan, pemerintah menetapkan anggaran cukup besar untuk belanja infrastruktur. So untuk investasti jangka menengah bole menabung di saham BUMN infra struktur ADHI, WIKA, WSKT.

WTON sebagai anak usaha WSKT yang juga BUMN, saya cukup tertarik dengan chartnya
terjadi rebound di garis support dan stototastic berada pada area beli. 
WTON 1208 -1306

Disclaimer :  Segala rekomendasi untuk beli atau jual  bukan sebuah perintah melainkan sebagai bahan pertimbangan dalam transaksi saham.
Segala keuntungan & kerugian akibat pembelian saham menjadi tanggung jawab pelaku pasar & merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar